20100615_091554_Spooring1

Anjuran Jarak Kilometer Untuk Spooring Ban

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Anjuran Jarak Kilometer Untuk Spooring Ban | Berbagai pandangan salah kaprah hingga kini masih menyebar di kalangan pengendara. Salah satunya soal spooring roda mobil. Kebanyakan, si pemilik akan melakukan spooring untuk mobilnya ketika pengendalian atau handling pada mobil sudah terasa tidak beres. Padahal itu pandangan yang salah.

“Kebanyakan customer yang mobilnya itu tiba-tiba belok kiri, tiba-tiba belok kanan baru melakukan spooring. Sebenarnya, spooring itu dilakukan minimum setiap 7.000 kilometer,” saran salah seorang teknisi di bengkel One Station Gading Serpong yang menerima sertifikasi Tyre and Wheel Alignment secara internasional, Iwan di Outlet One Station Carefour Lebak Bulus, Jakarta.

Sebab, kata Iwan, mobil yang sudah menempuh perjalanan sejauh 7.000 km itu pasti akan ada perubahan di sudut-sudut atau kaki-kakinya. Kalau pemilik menunggu hingga handling mobilnya tidak beres tapi sudah lebih dari 7.000 km, risiko yang lebih besar akan mengancam.

“Kebanyakan customer (melakukan) spooring itu kalau sudah mulai mobilnya tidak concern buat lurus. Jadi kalau mobil sudah belok kiri atau belok kanan itu ban kemakannya pasti akan cepat habis. Untuk menjaga kemungkinan ban lebih cepat habis dalam atau luar, setiap 7.000 kilometer disarankan untuk spooring,” katanya.

Tapi, patokan 7.000 kilometer itu tidak selalu berlaku di setiap kondisi. Jika mobil selalu melewati jalan yang tidak rata atau berlubang, kondisi kaki-kaki akan cepat berubah. Alhasil, spooring harus dilakukan meski belum mencapai 7.000 km.

“Di bawah 7.000 (km) bisa di-spooring. Biasanya yang di bawah 7.000 km di-spooring mungkin dia nabrak lubang. Atau yang masih 5.000 km, dia melewati jalan yang kira-kira makan sampai 20 km dalam sekali jalan tapi jalan itu rusak. Nah itu otomatis lebih cepat berubahnya,” kata Iwan.

Sumber

Posted in Tips Trik and tagged , .