pendingin mesin mobil

Cara Merawat Pendingin Mesin Mobil

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Cara Merawat Pendingin Mesin Mobil | Rasio perbandingan kompresi mesin yang kian tinggi di mesin-mesin mo­dern menuntut kinerja sistem pendinginan mesin yang optimal. Bahkan Mazda dengan teknologi SKYACTIV-nya memiliki rasio perbandingan kompresi mesin hingga 13:1. Tak heran bila teknologi tersebut turut menuntut desain bodi yang mendukung mesin agar tidak mudah mengalami overheat.

Bisa dibayangkan, bila salah satu komponen pada sistem pendinginan mesin gagal bekerja atau tidak bekerja dengan maksimal, gejala overheat pun akan mudah sekali terjadi. Knocking menjadi salah satu ciri mesin telah melewati suhu kerja optimalnya. Otomatis, konsumsi BBM pun kian boros lantaran pengemudi perlu menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya saat berakselerasi.

Untuk itulah, sistem pendinginan mesin pun perlu dirawat dan diperhatikan kondisi komponennya. Jangan sampai mesin mengalami overheat sehingga menguras isi kantong Anda akibat perlu melakukan penggantian komponen bergerak di mesin. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Perawatan_Pendingin_Mesin-07
Jaga volume Air Radiator
Tabung reservoir kini menjadi acuan untuk pemilik mobil mengetahui jumlah air radiator. Pastikan jumlahnya berada di antara batas Low dan High. Jangan membuka tutup radiator untuk menghindari terjebaknya udara pada sistem pendinginan mesin.

Gunakan Air Radiator Yang Tepat
Radiator coolant wajib digunakan agar sistem pendinginan dapat bekerja optimal. Titik didih yang lebih tinggi menjadi keunggulan radiator coolant ketimbang air keran. Plus kandungan pelumas di dalamnya yang dapat menjaga kinerja waterpump.

Jaga kebersihan kondensor AC
Posisinya yang berada di garda terdepan dari komponen mesin membuat ia rentan dihinggapi kotoran jalan seperti kerikil dan debu. Lantaran posisinya yang berdampingan dengan radiator, bila kondensor AC kotor, maka aliran udara segar ke mesin akan terhambat. Alhasil, proses pelepasan panas pun menjadi terganggu. Bersihkan kondensor AC dengan air bertekanan secara berkala, terutama setelah melewatui genangan air atau di musim penghujan.

Perhatikan Kondisi Tutup Radiator Fungsinya sebagai katup pengatur aliran air dari tabung reservoir ke radiator. Saat suhu mesin meningkat, maka air di radiator akan berpindah ke tabung reservoir. Namun sebaliknya, saat mesin mulai dingin, air di tabung reservoir akan kembali lagi ke radiator.

Bila karet dan per mulai rusak, maka fungsi tutup radiator akan terganggu. Hal ini dapat terdeteksi dari tidak berubahnya ketinggian air saat suhu mesin mulai meningkat atau kondisi sebaliknya bisa saja terjadi.

Bila perlu diganti, pastikan tekanan pada tutup radiator tetap sama dengan aslinya. Mobil standar rata-rata menggunakan tekanan 0,9 bar dan 1,1 bar. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kebocoran bila tekanan di sistem meningkat. Tak heran bila Anda perlu menghindari penggantian tutup radiator untuk kompetisi yang biasanya mampu bekerja hingga 1,5 bar.

Perhatikan Kinerja Kipas Elektrik
Bila Anda perhatikan, mesin modern saat ini kerap menggunakan single electric fan. Berbeda dengan mobil era 90-an yang masih memisahkan kipas untuk mesin dan AC. Meski hanya ada satu kipas, kecepatan putaran kipasnya dibuat double alias ada dua tingkat kecepatan.

Pastikan kedua tingkat kecepatan putaran kipas bekerja optimal. Pasalnya, bila putaran kipas mulai melemah, otomatis proses pelepasan panas mesin akan terganggu. Terutama saat berada di kemacetan lalu lintas. Perbaiki atau ganti bila menemukan kondisi seperti ini.

Perhatikan Kondisi Belt
Umumnya mesin modern hanya mengunakan satu belt untuk memutar komponen seperti kompresor AC dan waterpump. Pastikan kondisinya oke. Bila sampai putus, otomatis sirkulasi air di sistem pendingin mesin akan terhenti. Suara berdecit menjadi salah satu indikator keausan belt.

Jangan Melepas Termostat
Beberapa mekanik kerap menyarankan untuk melepas thermostat di mesin mobil lawas. Hindari melakukan modifikasi ini mengingat peran thermostat sangat penting dalam menjaga mesin agar selalu berada di suhu kerja optimal. Suhu mesin terlalu rendah akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Jadi, bila terdeteksi mengalami kerusakan, segera ganti.

Sumber

 

Posted in Tips Trik and tagged .