mirage facelift3

Komparasi Mitsubishi Mirage vs Honda Brio Tembus Kemacetan Kota

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Komparasi Mitsubishi Mirage vs Honda Brio Tembus Kemacetan Kota | Menembus kemacetan di perkotaan memang lebih mengasyikkan menggunakan mobil berjenis Small Hatchback. Bodi mobil yang kompak dengan mesin kecil yang efisien tentu membuat mobil bisa diandalkan untuk kegiatan sehari-hari. Didukung transmisi otomatik, tentu stop and go bukan lagi masalah besar bagi pengendara mobil.

Para Agen Pemegang Merek (APM) pun sadar akan hal itu dan berlomba menyajikan mobil di segmen ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi di tengah kompetisi yang ramai pascahadirnya segmen Low Cost Green Car, produsen perlu cerdas menerapkan strategi agar pasar ini tetap kompetitif tanpa perlu kehilangan peminat.

Pada segmen ini hampir semua pabrikan merilis produknya. Toyota dengan Etios Hatchback, Daihatsu dengan Sirion, Honda dengan Brio, Mitsubishi Mirage, lalu Nissan dengan March 1.2, Kia yang memasarkan Picanto dan Hyundai yang mengandalkan Grand i10 tak lupa Suzuki yang merilis Celerio.

Kali ini kami akan membandingkan Mitsubishi Mirage dan Honda Brio. Keduanya sebenarnya tidak bertemu dari segi harga. Namun ternyata peminatnya di Indonesia cukup banyak yang kerap mengkomparasi kedua merek ini.

Tipe yang kami ambil pun adalah varian bertransmisi otomatik termurah. Honda Brio dengan tipe S Otomatik, dan Mitsubishi Mirage yang memiliki varian GLS dengan girboks CVT.

Desain

brio

Honda Brio merupakan embrio dari berbagai produk global Honda yang diedarkan di negara-negara berkembang. Ia berbagi basis dengan Mobilio dan BR-V. Aplikasi lampu yang besar di bagian muka menjadikan indentitas Brio sangat berkarakter. Mirage desain eksteriornya memang cenderung lebih elegan dengan minimnya lekuk agresif.

Brio didesain dengan dimensi yang lebih kompak dari Mirage. Panjangnya hanya 3.610 mm dengan lebar 1.680 mm dan tinggi 1.485 mm. Kompaknya bodi Brio bisa diwujudkan dengan mengadopsi pintu bagasi yang berupa kaca saja. Sehingga tak membutuhkan pelat untuk menjadi rangka bagi kaca tersebut.

Konsekuensinya adalah akses ruang bagasinya terlalu tinggi untuk diakses. Cara ini sebenarnya bukan pertama kali digunakan Honda untuk mendesain mobil hatchback. Sebelumnya di tahun 80an, Civic Wonder dan 90an Civic Nouva yang diedarkan di Indonesia juga mengadopsi pintu bagasi model ini.

 

Mitsubishi Mirage dimensinya lebih panjang dari Brio. Dengan panjang 3.710 mm x lebar 1.665 mm x tinggi 1.510 mm Mirage tak kehilangan akomodasi maupun daya tampung bagasi. Interiornya juga lebih menarik dengan desain lebih modern dan mewah ketimbang Brio.

Apalagi ada kombinasi material seperti chrome yang disematkan untuk beberapa panel seperti AC dan headunit. Sedangkan joknya model konvensional dengan headrest yang bisa disetel.

Di sisi interior Brio tipe S disajikan dengan jok model semi bucket seat yang headrestnya menyatu dengan sandaran jok sehingga tak memungkinkan untuk melakukan penyesuaian headrest. Sedangkan untuk materialnya masih didominasi dengan plastik bertekstur. Mesin Kedua mobil ini menggunakan kapasitas mesin yang mirip, yakni 1,2 liter. Bedanya Brio memiliki konfigurasi mesin 4-silinder sedangakan Mirage mengadopsi mesin 3-silinder.

mirage mesin

Prinsip keduanya sebenarnya sama, yakni meningkatkan efisiensi dengan mengurangi komponen bergerak di mesin dan memangkas bobot. Bedanya Honda menggunakan cara dengan memasangkan hanya satu camshaft, sedangkan Mitsubishi mengurangi jumlah silindernya.

Meski kapasitas mesinnya cenderung mirip, namun otuput tenaga kedua mobil ini berbeda. Mirage mampu menghembuskan tenaga 75 PS, sedangkan Brio dapat menghasilkan daya hingga 88 PS. Keduanya juga sudah menggunakan teknologi katup variabel yang bisa menyesuaikan efisiensi dan performa sesuai kondisi pengendaraan.

CAM00046

Perbedaan yang cukup signifikan antar keduanya adalah transmisi yang digunakan. Pada jenis otomatik, Mirage GLS sudah menggunakan transmisi berbasis puli unik yakni Continous Variable Transmission atau CVT. Sedangkan Brio masih menggunakan transmisi otomatik konvensional dengan 5-percepatan.

Walau sudah menggunakan transmisi CVT, namun pengalaman kami menguji kedua mobil ini, efisiensi kedua mobil ini cenderung mirip. Jikapun ada diferensiasi hanya sekitar 5%. Lain halnya dengan akselerasinya. Mirage yang mesinnya 3-silinder bisa mencapai torsi lebih cepat sehingga mampu mencatat akselerasi lebih baik. Apalagi bobot Mirage memang lebih ringan hampir 100 kg dibanding Brio.

Fitur Mirage diproduksi oleh Mitsubishi Motors di Thailand. Karenanya spesifikasi dan fiturnya juga lebih mumpuni ketimbang Honda Brio yang diproduksi di pabrik Honda Karawang, Jawa Barat. Misalnya saja headunitnya yang sudah terintegrasi dengan dasbor. Sehingga tampilan pun lebih menarik dan elegan. Tak hanya itu, kontrol AC pun berupa panel digital sehingga memungkinkan pengaturan suhu hingga ke level derajatnya.

mirage dasbord

Ini tentu jauh berbeda dengan Brio yang masih konvensional dengan kenop analog dan tanpa pengaturan derajat suhu yang detil. Head unit Brio memang tak terintgrasi dengan dashboard, namun sudah mampu memutar berbagai sumber data lagu juga koneksi iPhone dan telephony.

Sedangkan untuk fitur keamanan, keduanya sudah menggunakan dual SRS Airbag untuk menambah keamanan pengemudi dan penumpang depan. Kedua mobil ini juga sudah memiliki perangkat ABS dan EBD untuk memandu pengereman. Untuk Immobilizer, Mirage tipe GLS tidak menyertakannya, sedangkan Honda sudah menyematkan kunci jenis ini untuk Brio tipe S A/T.

CAM00104

Harga dan Varian Seperti sudah kami sebut, kedua mobil ini harganya memang terpaut cukup jauh. Hal ini cukup logis lantaran PT Kramayudha Tiga Berlian selaku Agen Pemegang Merek Mitsubishi di Indonesia harus mengimpornya dari Negeri Gajah Putih ke Tanah Air.

Untuk tipe GLS, KTB menjual Mirage dengan harga Rp 178 juta (OTR Jabodetabek). Sedangkan Honda Brio tipe S dijual dengan harga Rp 150,6 juta.

Untuk varian, Brio non LCGC hanya tersedia dua varian, yakni tipe S dan E. Keduanya hanya bertransmisi otomatik. Sedangkan Brio bertransmisi manual dijual dengan nama Brio Satya karena masuk dalam program LCGC. Ada 3 varian Brio Satya LCGC yang dijual dengan harga Rp 118,9 juta (tipe A), Rp 123,9 juta (tipe S) dan Rp 129,9 juta (tipe E).

Mitsubishi Mirage karena masih diproduksi di luar negeri tentu belum bisa masuk program LCGC, karenanya semua variannya harganya pun cukup mahal yakni Rp 167 juta (tipe GLX M/T), Rp 178 juta (GLS), Rp 184 juta (Sport) dan Rp 189 juta (Exceed).

 

Sumber

Posted in Komparasi and tagged , , , .