agya

Seperti Apa Mobil LCGC Tahap Ke Dua

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Seperti Apa Mobil LCGC Tahap Ke Dua | Kabarnya, sebuah kelas mobil baru akan hadir di Indonesia. Program tersebut bertujuan menciptakan mobil di bawah kapasitas mesin LCGC saat ini. Keputusan mengakomodir kehadiran low cost green car di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbukti sukses menjaga ritme pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Meskipun daya serap konsumen pada produk otomotif secara umum mengalami penurunan, mobil-mobil LCGC secara umum masih diminati dan menjaga nadi industri otomotif tetap berdetak, walaupun lemah.

Menyegarkan ingatan kita terkait LCGC, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Pasal 3 ayat 1(c) tahun 2013 menyebutkan mobil hemat energi dan harga terjangkau dikenakan pajak sebesar 0 persen dari harga jual. Pajak 0 persen diberikan pada motor bahan bakar cetus api dengan kapasitas silinder maksimum 1.200 cc. Selain itu, konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 kilometer per liter atau bahan bakar setaranya. Kedua, untuk mesin diesel dengan kapasitas hingga 1.500 cc dengan konsumsi BBM 20 km/liter.

Setelah LCGC, pemerintah disebut sedang giat menggodok kelahiran mobil-mobil Low Carbon Emission (LCE). Namun, sampai saat ini realisasinya masih “jauh panggang dari api”. Keseriusan ini dibutuhkan oleh pelaku bisnis dan industri otomotif nasional untuk mempersiapkan seperti apa produk yang sesuai dengan peraturan LCE. Menurut Davy Tuilan, Deputi Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales, pihak Suzuki diwakili oleh PT Suzuki Indomobil Sales sedang menunggu rampungnya aturan main LCE.

Di tengah ketidakjelasan nasib LCE, kabarnya sebuah kelas mobil baru akan hadir di Indonesia. Program tersebut bertujuan menciptakan mobil di bawah kelas isi silinder LCGC. “Lho, kamu tahu dari mana?” ujar Davy Tuilan Deputi Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales saat ditemui autocarindonesia.com di Hard Rock Café, 31 Mei 2016.

Apakah namanya Low Cost Vehicle (LCV)? “Saya belum tahu namanya,” sebut Davy. Akan tetapi Davy tidak membantah soal adanya upaya melahirkan sebuah sub-class di bawah peraturan LCGC. “Setahu saya, akan ada program LCGC tahap kedua. Jika LCGC tahap pertama 1,0 liter hingga 1,2 liter (kapasitas mesin) untuk LCGC tahap kedua, 800 cc hingga 1.000 cc,” jelasnya.

datsun rady go

Jika peraturan ini rampung, maka PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), sebagai agen pemegang merek Suzuki di Indonesia boleh girang. Mengapa? Pasalnya ada banyak produk-produk Suzuki yang bisa masuk dalam LCGC tahap kedua. “Tidak hanya Suzuki Alto, Suzuki Hustler pun bisa masuk,” ucap pria yang piawai bermain bola sodok ini. “Tetapi merek lain juga tentu banyak. Daihatsu dan Toyota juga punya,” tambahnya.

Ya, jika LCGC tahap 2 terealisasi, Suzuki, Datsun bahkan Renault punya kans besar menguasai segmen ini. Di India, mereka punya Alto, lalu Datsun punya redi-GO, dan Renault punya Kwid. Ketiga mobil tersebut berkapasitas mesin 800-1.000 cc diproduksi di India, dan ketiganya diminati.

Menilik kesiapan manufaktur dan infrastruktur, maka LCV atau LCGC tahap kedua ini adalah program terbaik dan mudah direalisasi dalam waktu dekat. Pasarnya pun ada. Jika LCGC saat ini berada di harga Rp 90 jutaan ke atas, harga Alto dan redi-GO berada di kisaran Rp 50-70 jutaan. Selain itu, mobil-mobil ini juga irit. Untuk redi-GO, konsumsi bahan bakarnya mencapai 25,17 km/liter (klaim Datsun). Saat ditanya kapan kiranya LCGC tahap kedua akan berjalan, Davy menyebut masih lama sambil tersenyum. Jangan-jangan…

Posted in News and tagged , , , , .