pilihaccu-03

Tips Memperpanjang Umur Aki Mobil

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Tips Memperpanjang Umur Aki Mobil | Aki kering merupakan salah satu versi lain dari aki, atau istilahnya ‘battery’. Salah satu kelebihan dari aki ini adalah bahwa perawatannya tidak menuntut intensitas yang setinggi aki basah, namun tetap saja, bahwa aki terutama aki kering butuh perawatan.

Seringkali ditemui di bengkel, bahwa kerusakan aki yang timbul dikarenakan tekor dan soak. Padahal kedua permasalahan tersebut sangat bisa diatasi dengan mudah, tentu saja dengan perawatan rutin yang intens. Pun demikian dengan aki berlabel ‘MF’ alias Maintenance Free, tetap saja butuh pengawasan di waktu berkala.

Berikut ini adalah 6 langkah ringan supaya aki tetap optimal secara kinerja, sebagai alat yang krusial agar kinerja kelistrikan mobil kesayangan Otolovers sekalian tetap terjaga dan tetap dalam performa prima.
1. Perhatikan suhu
Aki dapat beroperasi dengan optimal dan normal dalam suhu yang tidak terlalu tinggi. Tujuan dari suhu yang tidak terlalu tinggi tersebut adalah mencegah supaya tidak terjadi penguapan yang berlebihan. Terutama yang menggunakan cairan. Maka dari itu, untuk menjaga suhu aki supaya tidak berlebihan, penggunaan foam supaya tidak memanas, atau lebih sederhana lagi menempatkan aki pada tempat yang bisa membuatnya lebih dingin, akan menjadikan aki mendapat banyak sirkulasi udara yang bagus. Selain itu, tujuan mendinginkan aki adalah supaya penyaluran listrik tidak terganggu akibat overheat.

2. Perhatikan Area Bracket
Bracket atau pengikat aki memiliki tujuan supaya aki yang ada di mobil tidak oleng dan terlempar kemana-mana, maka dari itu pula kegunaan bracket cukup krusial. Karena secara fisikal, bracket adalah satu-satunya pengikat aki dalam badan mobil. Penyesuaian dengan aki-pun cukup sederhana, bracket dari aki tersebut cukup disesuaikan longgar-rapatnya dengan terminal aki, sehingga baut yang ada bisa dikencangkan apabila terlihat longgar.

3. Lanjut ke kutub
Bracket atau pengikat aki memiliki tujuan supaya aki yang ada di mobil tidak oleng dan terlempar kemana-mana, maka dari itu pula kegunaan bracket cukup krusial. Karena secara fisikal, bracket adalah satu-satunya pengikat aki dalam badan mobil. Penyesuaian dengan aki-pun cukup sederhana, bracket dari aki tersebut cukup disesuaikan longgar-rapatnya dengan terminal aki, sehingga baut yang ada bisa dikencangkan apabila terlihat longgar.

4. Alternator
Definisi alternator sebenarnya adalah sebagai ‘recharger’ aki saat mobil sedang dalam kondisi aktif, pun demikian, alternator juga memiliki posisi yang sedikit banyak terpisah secara fisik dengan aki itu sendiri, tapi bukan berarti bisa dilupakan begitu saja. Alternator harus dipastikan kondisinya fit dan bisa menampilkan dan menyuplai listrik yang cukup. Umumnya, rentang yang ideal adalah sekitar 13,8-14,8 volt. Dan karena sifatnya integratif, saat alternator rusak, maka pilihan yang paling realistis adalah servis atau penggantian unit.

5. Penggunaan Aksesoris
Secara aplikatif, aki paling sering rusak karena penggunaan yang tidak sebenarnya dan sering dipergunakan dengan cara yang tidak pas. Salah satunya adalah saat mobil mati, perangkat-perangkat elektronik yang lainnya sering tidak ikut dimatikan. Hal ini memungkinkan aki akan menjadi soak, apabila mesin dihidupkan, karena otomatis aki harus menyalakan mesin sekaligus perangkat yang lainnya. Kondisi ON pada perangkat seperti wiper, AC, lampu, dan lainnya akan membuat aki bekerja ekstra keras. Maka mematikan perangkat tersebut sebelum mematikan mobil akan sangat direkomendasikan.

6. Lanjut ke air Aki
Khusus bagi aki basah, maka air aki adalah elemen yang paling penting. Pengawasannya juga cukup sederhana. Hanya dengan melihat bagaimana isi dan kondisi cairan air aki, supaya tetap dalam kondisi yang ideal akan membantu aki untuk tetap bekerja maksimal. Segera mengisi air aki saat habis di bengkel, atau menyediakan air aki cadangan untuk diisi sendiri bisa jadi solusi yang tepat supaya aki tidak kehabisan nafas sewaktu-waktu.

Sumber

Posted in Tips Trik and tagged , , .