spare part mobil

Usai Dipakai Mudik dan Liburan Cek 10 Komponen Mobil

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Usai Dipakai Mudik dan Liburan Cek 10 Komponen Mobil  | Apakah Anda sebagian dari mereka yang melakukan ritual mudik ke kampung halaman pada libur mudik lebaran lalu? Di mana ratusan atau bahkan ribuan kilometer harus ditempuh demi menemui sanak keluarga. Atau jangan-jangan salah satu mobil yang terjebak di kemacetan panjang tol Cipali minggu lalu adalah mobil milik Anda. Jika demikian, maka mobil Anda sudah melakukan perjalanan berat.

Perjalanan berat yang mungkin Anda semua dan keluarga di dalam mobil juga merasakan. Jika manusia merasakan efeknya dengan pegal, linu, atau mungkin kelelahan, maka mobil pun bisa mengalaminya. Sialnya, melemahnya kondisi mobil, kadang tidak diiringi dengan gejala yang perlahan mudah dirasakan pengendara.

Karenanya ada baiknya Anda memegang daftar pengecekkan. Meski sebenarnya daftar ini juga sudah dilakukan oleh pihak bengkel, namun jika Anda belum sempat menggiring mobil ke bengkel, tak ada salahnya mengecek 10 komponen di mobil ini untuk membaca kondisinya pasca ‘disiksa’ saat mudik.

1. Kondisi Ban

Peranti pengantar tenaga ke tanah inilah yang perlu diperiksa secara seksama setelah Anda menyelesaikan ritual mudik ke kampung halaman. Kondisi medan menuju kampung halaman yang sulit diprediksi berpotensi menggerus ban cukup banyak. Pemeriksaan kondisi ban, perlu dilakukan bukan hanya untuk mengetahui tekanan, namun juga kelayakan fisiknya sebagai penjaga traksi kendaraan. Perhatikan alur kembangan ban melalui tanda Thread Wear Indicator (TWI), apakah masih cukup tebal dan sesuai standar keamanan.

2. Kaki-kaki,

Shock absorber, support atau mounting shock absorber biasanya mendapat stressing berlebih saat mobil dipacu melewati medan yang Anda belum kenal. Apalagi dengan bobot berlebih ketika menggendong banyak anggota keluarga di kabin beserta ekstra bagasi. Kondisinya pun perlu diperhatikan sebelum mobil ditunggangi kembali sebagai moda sehari-hari. Anda bisa melihat bagaimana rebound shock absorber dengan cara menekan bagian mobil dan melihat seberapa cepat ia kembali ke ketinggian semula. Pastikan shock di sisi kiri dan kanan baik itu depan atau belakang kendaraan memiliki rebound yang tak jauh berbeda. Anda juga bisa melihat kondisi fisik shock dengan melihat apakah ada rembesan di silinder shock.

3. Rem

Rem sebagai perangkat peredam kecepatan adalah salah satu komponen yang juga cukup tersiksa saat mobil diajak bermudik. Apalagi jika Anda menggunakan mobil bertransmisi otomatis. Kondisi stop and go memungkinkan rem digunakan lebih banyak dari biasanya. Untuk pengecekannya, butuh bantuan teknisi, karena pengujian rem melalui kepekaan pengemudi saja tak cukup untuk mengenali kondisinya.

4. Kopling

Anda mungkin mengenal kopling sebagai pedal penanda bahwa mobil tersebut adalah mobil bertransmisi manual. Namun perangkat kopling juga tetap ada di mobil bertransmisi otomatis, hanya saja sistem kerjanya sudah diotomatisasi. Karenanya perangkat ini tetap bisa apkir walaupun Anda menggunakan mobil bertransmisi manual atau otomatis. Penyebab kopling apkir biasanya adalah umur komponennya. Nah, pasca melalui musim mudik yang biasanya menyiksa mobil melebihi batasnya, pelat kopling pun bisa habis lebih cepat.

Jika Anda menggunakan mobil bertransmisi manual, gejalanya adalah pedal yang harus diangkat lebih tinggi dari biasanya untuk membuat tenaga tersalurkan. Pada mobil bertransmisi otomatis, gejala kopling mulai habis adalah getaran berlebih ketika tenaga mulai mengalir.

5. Aki

Aki atau battery adalah komponen yang cukup jarang rusak. Karena umurnya yang pendek (sekitar 1-2 tahun), komponen ini biasanya kuat dan tak mudah rusak hanya karena mobil ‘disiksa’ saat mudik. Namun, tak ada salahnya menyertakan komponen ini dalam daftar pengecekkan pasca mudik. Jika Anda masih menggunakan aki basah yang perlu perawatan dengan menjaga jumlah air akinya, maka perhatikanlah. Namun jika Anda menggunakan aki MF (Maintanance Free) Anda cukup melihat tanda daya aki di penutup aki.

6. Radiator

Radiator memang umumnya cukup dijaga jumlah cairan pendinginnya. Namun setelah melewati rute ratusan bahkan mungkin ribuan kilometer saat mudik, bukan hanya cairannya saja yang mesti Anda cek. Fisik radiator sebagai pelepas panas juga perlu ditilik. Radiator memiliki kisi-kisi yang seharusnya tidak terjepit atau merapat satu sama lain. Biasanya akibat kerikil atau benda asing yang terpental ke radiator, kisi-kisi tersebut dapat terdeformasi.

7. Lampu-lampu

Terdengar sepele, lampu-lampu eksterior mobil. Namun sebagai perangkat komunikasi dengan pengguna jalan lain, kondisi masing-masing lampu perlu dijaga. Mulai dari lampu sein, rem, hingga lampu utama, semuanya harus berfungsi dengan baik. Saat dibawa mudik, mungkin saja ada kecelakaan ringan atau bahkan hanya kabel lampu yang terlepas sehingga menyebabkan salah satu lampu tak berfungsi.

8. Bodi part renggang/ lepas

Beberapa bagian eksterior mobil, ada yang terbuat dari plastik. Misalnya saja bumper ataupun side skirt, bagian ini biasanya hanya ditautkan menggunakan kancing-kancing ataupun baut kecil. Benturan kecil di tempat parkir atau tersenggol pejalan kaki pun bisa membuatnya terlepas. Ada baiknya Anda melihat apakah bagian-bagian plastik di eksterior mobil masih terpasang dengan benar. Anda bisa melihat kerenggangan di tiap sambungannya untuk mengecek apakah masih terpasang dengan baik.

9. Mesin

Mesin sebagai komponen paling kompleks dari mobil memiliki banyak potensi kerusakan. Namun, kunci untuk menjaga kondisinya hanyalah kondisi oli, pasokan udara, dan pendingin yang prima. Jika selama mudik Anda tak sempat mengecek kondisi mesinnya, maka inilah saatnya meminta teknisi untuk memeriksa mesin. Indikasi paling mudah melihat kondisi mesin adalah menurunnya tenaga, gejala ngelitik pada mesin saat berakselerasi, atau bahkan tersendat. Jika ada salah-satu gejala itu, maka saatnya Anda meminta teknisi memeriksa mesin secara menyeluruh.

10. AC

AC tidak dingin, atau proses pendinginan lama, atau bahkan, hembusan blowernya kurang kencang, adalah gejala AC sudah mulai melemah. Kerusakan pun bisa terjadi pada berbagai komponen, mulai dari blower, kompresor, kondensor, atau mungkin sekadar filternya. Segera bawa mobil Anda ke teknisi spesialis AC mobil jika Anda tak ingin memulai kerja setelah berlibur lebaran dengan AC mobil yang rusak.

Sumber

Posted in Tips Trik and tagged , , , .