Komparasi Toyota Agya, Honda Brio dan Suzuki Karimun Wagon R

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Komparasi Toyota Agya, Honda Brio dan Suzuki Karimun Wagon R

Suzuki Karimun Wagon R Toyota Agya Honda Brio Satya
Harga: Rp 90 juta – 95 juta
Tahun: 2013-2014
Mesin: 998 cc 3 silinder, 68 dk+: Performa, konsumsi BBM, harga
-: Akomodasi, fitur
Harga: Rp 95 juta – 100 juta
Tahun: 2013-2014
Mesin: 998 cc 3 silinder, 65 dk+: Tersedia pilihan transmisi otomatis, ground clearance
-: Akselerasi, konsumsi BBM
Harga: Rp 90 juta – 105 juta
Tahun: 2013-2014
Mesin: 1.198 cc 4 silinder, 88 dk+: Desain eksterior, desain interior, tenaga
-: Hanya transmisi manual, konsumsi BBM
Konsumsi BBM tol/dalam kota: 15,4/21,4 km/l
Kapasitas tangki: 35 liter
Konsumsi BBM tol/dalam kota: 14,9/21,3 km/l
Kapasitas Tangki : 33 liter
Konsumsi BBM tol/dalam kota: 14,2/20,1 km/l
Kapasitas Tangki : 35 liter

Masuk ke pasar Nasional menggunakan nama Karimun, mobil ini memiliki kekuatan kedekatan dengan konsumen dibanding dua rivalnya. Terlebih bodinya yang mengotak dan tinggi. Hal itu pun memberi kelebihan di sektor akomodasi, terutama pada headroom.

Wagon R menggunakan mesin K10B 3 silinder DOHC berkapasitas 998 cc 68 dk, sanggup memberi efisiensi bahan bakar yang tinggi. Malah menjadi yang terbaik di trio ini dengan 15,4 km/l untuk rute dalam kota. Mesin ini merupakan pengembangan dari mesin milik Karimun Estilo dulu.

Fitur unggulan yang mampu mereduksi konsumsi BBM, ialah adanya shift gear indicator. Fitur ini berguna ketika indikator tersebut menginformasikan ketika harus menaikan atau menurun gigi transmisi untuk efisiensi.
Bermodalkan mesin dengan kode 1KR yang serupa dengan Daihatsu Ayla. Tidak seperti rival sekelasnya, sejak awal Agya diluncurkan, telah menghadirkan pilihan transmisi otomatis.

Meski menggunakan mesin 3 silinder, deru mesin Agya memang terasa lebih halus ketimbang rival sekelas bermesin 3 silinder. Kabinnya pun cukup senyap. Namun akse­lerasi dari mesin 998 cc yang dikawinkan de­ngan transmisi otomatis 4-percepatan milik Agya pun tidak terlalu me­ngagumkan.

Di sektor efisiensi, sebenarnya Agya hemat. Ia hanya lebih boros dari Karimun Wagon R di rute dalam kota. Karena populasinya cukup besar, di bursa mobkas pun mobil ini sudah banyak tersedia.
Inilah satu-satunya LCGC yang memiliki mesin dengan 4-silinder. Untuk soal tenaga, terlihat lebih besar, namun yang pasti Anda tidak akan merasakan getaran yang berlebih efek dari 4 piston yang dimilikinya.

Di trio ini, performa akselerasi Brio Satya manjadi yang terbaik. Sementara konsumsi BBM-nya tak terlalu jauh rivalnya.

Anak kunci pun menggunakan model wave key yang terintegrasi dengan remote alarm dengan sistem immobilizer. Model kunci tersebut menjadi pionir di kelasnya, karena tak digunakan kompetitornya.

Hanya tersedia dalam transmisi manual, Brio Satya memiliki rack pinion dengan electric power steering. Ditambah penggunaan ban bertapak lebar dan pelek berdiameter 14 inci ternyata mampu memberikan kendali yang presisi. Sehingga efek limbung tak mudah terdeteksi ketika bermanuver.
Our Opinion
Karimun Wagon R kembali menggunakan desain pendahulunya yakni Karimun kotak. Menggunakan mesin 3-silinder yang hemat BBM menambah daya tariknya di trio ini. Sedangkan Agya juga menggunakan konfigurasi mesin yang sama masih menimbulkan getaran dari mesin meski kabinnya cukup nyaman. Namun paduan performa, efisiensi dan handling yang cukup tajam dari Brio Satya memberi nilai lebih baik.

Sumber

Posted in Komparasi and tagged , , , .