honda jazz

Komparasi Honda Jazz, Toyota Yaris, Mazda2 dan Ford Fiesta

PROMO SUZUKI AKHIR TAHUN

Komparasi Honda Jazz, Toyota Yaris, Mazda2 dan Ford Fiesta | Setelah membahas Komparasi Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero Sport vs Isuzu MU-X, kini Autocar akan menyuguhkan Komparasi hatchback yang ada di Indonesia. Simak ulasan lengkapnya mengenai komparasi Honda Jazz vs Toyota Yaris vs Mazda2 vs Ford Fiesta.

Di era tahun 1980-an, hatchback sudah mulai menapaki jalanan di Indonesia. Meskipun saat itu segmen pasarnya masih kecil, namun seiring semakin padatnya jalanan, popularitas mobil berdimensi kompak ini semakin meningkat. Baru pada tahun awal 2000-an, segmen mobil hatchback mulai memberikan warna-warni bagi masyarakat Indonesia.

Dimensinya yang kompak, mesin kecil yang irit bahan bakar serta kabin yang masih mampu diisi hingga lima orang dewasa yang menjadikan hatchback semakin populer di Tanah Air. Popularitas pun berbanding lurus dengan permintaan pasar, dan semakin banyak permintaan maka persaingan juga menjadi semakin ketat. Hampir semua manufaktur mobil di Indonesia memiliki varian hatchback, tapi hanya segelintir saja yang mampu konsisten.

Dari data penjualan Gaikindo hingga akhir tahun 2014, Honda Jazz masih merajai segmen ini dengan total penjualan sebanyak 22.329 unit, sedangkan Toyota Yaris di tempat kedua dengan 17.774. Kemudian Ford Fiesta dan Mazda2 berhasil meraih penjualan sebanyak 3.002 dan 2.814 unit. Hasil ini yang kemudian membuat kami untuk lebih dalam membandingkan siapakah di antara keempat hatchback ini yang lebih “value for money”.

Komparasi kali ini kami mengajak Mazda2 GT Skyactiv, Honda Jazz RS CVT, Toyota Yaris TRD Sportivo M/T dan Ford Fiesta Ecoboost. Kami pilih Ford Fiesta Ecoboost yang menggunakan mesin 3-silinder Duratec 1.0 liter turbo karena mesin ini telah mendapatkan gelar Engine of The Year tahun 2012 dan 2013. Meskipun berkapasitas kecil namun dengan suntikan turbo, mobil ini menawarkan performa sehebat mobil bermesin 1.5 liter naturally-aspirated.

Selain itu kami juga memilih Toyota Yaris bertransmisi manual, karena pertimbangan keseimbangan performa yang pernah kami lakukan sebelumnya, Yaris bertransmisi otomatis terasa kurang memuaskan. Harapannya, Yaris dengan transmisi manual dapat lebih mengimbangi kemampuan ketiga rivalnya.

Desain Kodo VS Rival

Meski penilaian tampilan eksterior mobil adalah hal yang subjektif, namun dari keempat kontestan ini tiga mendapat wajah baru sedangkan yang satu hanya mendapat sedikit polesan pada wajahnya. Mazda2 menjadi model yang paling baru dibandingkan dengan ketiga rivalnya dan sudah mengusung desain Kodo serta teknologi Skyactiv yang terbaru. Desain Kodo ini membuat tampilan eksterior Mazda2 berubah drastis dan terlihat agresif sehingga seakan mengintimidasi semua rivalnya.

Eksterior Honda Jazz juga mengalami rombakan total pada generasi terbarunya ini, meskipun tetap mempertahankan karakteristik Honda Jazz namun tampilannya kini lebih tajam berkat desain ‘Solid Wing Face’ di mana lampu depan dan grille kini lebih sporty. Sedangkan Toyota Yaris mengandalkan ‘Keen Look’ dengan desain bumper yang khas dan grille yang berbentuk trapezoidal. Hanya Ford Fiesta Ecoboost yang tampil dengan balutan Fiesta yang mengalami revisi minor pada grille, selebihnya Fiesta Ecoboost ini serupa dengan keluarga Fiesta lainnya.

Tampilan depan Mazda2 GT Skyactiv sekilas mirip Mazda6 versi kecil, sedangkan lampu LED DRL-nya yang menyatu ke dalam rumah lampu depan mampu membuat ketiga kompetitornya menjadi seperti tertinggal satu generasi ke belakang. Honda Jazz dan Toyota Yaris memang dilengkapi dengan DRL tapi bentuknya yang sederhana dan seperti buatan aftermarket membuat keduanya tidak menonjol. Sedangkan Ford Fiesta Ecoboost malah tidak memiliki fitur ini.

Baik Mazda2 GT Skyactiv dan Honda Jazz RS sama-sama dibekali dengan tampilan eksterior yang menarik mulai dari pemilihan bentuk velg, detail dan garis-garis bodi yang diberikan. Mazda2 Skyactiv tampil lebih intimidatif dan memiliki garis bergelombang dibandingkan dengan Honda Jazz yang memilih garis-garis lebih tajam dan tebal. Sedangkan Toyota Yaris TRD Sportivo, mobil ini memiliki body kit tambahan dibandingkan dengan tipe yang berada di bawahnya. Ford Fiesta Ecoboost memiliki tampilan desain dengan gaya Kinetic sebagai konsep global Ford, maka tidak heran jika tampilan depannya memiliki bentuk yang lebih galak dibandingkan dengan pendahulunya yang lebih kalem.

Mazda2 GT Skyactiv ini bisa dibilang lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya berkat penggunaan lampu LED DRL sehingga membuatnya tampil lebih mewah dan modern dan berada satu tingkat di atas yang lain. Untuk fitur projection headlamp lengkap dengan auto leveling dan light sensor tersedia di semua kontestan ini, hanya Fiesta Ecoboost saja yang belum mengadopsi projection headlamp meskipun sudah ada auto leveling dan light sensor. Selebihnya tergantung selera masing-masing pribadi karena bagaimanapun selera individu sangat menentukan dalam menilai desain eksterior mobil.

Kepraktisan Kabin

Begitu masuk ke dalam kabin, langsung terlihat jelas siapa yang paling unggul dari sisi pengemudi dan penumpang. Berkat dimensi yang bertambah dari generasi sebelumnya, Honda Jazz dan Toyota Yaris mendapat predikat sebagai hatchback dengan kabin yang nyaman dan cukup lapang. Sebenarnya Mazda2 terbaru juga mendapatkan dimensi yang lebih besar dari generasi sebelumnya, bahkan jika diukur Mazda2 ini memiliki dimensi yang lebih panjang dari Honda Jazz.

Dari dimensi, Mazda2 (4.062×1.697×1.497 mm) jelas lebih besar dibandingkan Honda Jazz (3.955×1.695×1.695 mm). Salah satu hal yang menjadikan kabin Mazda2 lebih kecil adalah bonnetnya yang lebih panjang dibandingkan Jazz. Sementara Jazz lebih tinggi dari sisi dimensi. Toyota Yaris (4.115×1.700×1.475 mm) menjadi yang terpanjang, sementara Ford Fiesta (3.892×1.978×1.489 mm menjadi yang terpendek.

Dari data di atas kertas tersebut seharusnya Mazda2 memiliki tingkat kelapangan kabin yang setidaknya mendekati Honda Jazz dan Toyota Yaris. Tapi pada kenyataannya, di dalam kabin Mazda2 terasa mirip seperti berada di Fiesta Ecoboost. Bila duduk pada baris kedua, Anda akan mengalami ketidaknyamanan terlebih saat harus menempuh perjalanan jauh. Lain halnya pada Toyota Yaris dan Honda Jazz, berada di baris kedua mereka sama seperti Anda sedang duduk di baris kedua sebuah sedan, posisi kaki bisa leluasa bergerak. Hanya saja posisi duduk terasa sedikit lebih nyaman dan ergonomis pada Honda Jazz dibandingkan Toyota Yaris.

Dimensi dan wheelbase ini tentu juga berdampak pada luas bagasi. Honda Jazz masih tetap unggul dari para rivalnya berkat fitur Ultra Seat yang bisa diatur sedemikian rupa dalam mengangkut barang bawaan. Bayangkan saja sebuah mobil hatchback dengan kemampuan melipat kursi dengan berbagai mode mulai dari melipatnya rata lantai, melipat kursi keatas untuk membawa barang bawaan yang tinggi hingga relax mode yang mampu membuat kursi depan terhubung dengan kursi belakang seperti layaknya sebuah tempat tidur. Tak ada rivalnya yang bisa menandingi akomodasi Honda Jazz ini. Toyota Yaris berada di posisi kedua dengan ukuran volume bagasi yang serupa dengan Jazz, hanya saja ketika baris keduanya dilipat tidak bisa rata dengan lantai. Mazda2 dan Fiesta Ecoboost menjadi yang paling sempit, meskipun keduanya tetap menyediakan pilihan baris kedua yang bisa dilipat.

Fitur dan Safety

Sebagai pendatang paling baru, biasanya selalu memiliki kelebihan dari segi fitur yang paling lengkap dan canggih karena mereka memiliki acuan dari kompetitor yang sudah lebih dulu hadir. Hal ini pun diterapkan oleh Mazda2 GT yang dilengkapi segudang fitur-fitur canggih yang tak akan Anda temui di ketiga rivalnya ini. Hampir semua konstestan hatchback kali ini telah memiliki fitur-fitur yang modern, seperti head unit audio touchscreen, leather steering, steering switch control, keyless entry dengan start/stop engine, retractable mirror, tilt steering, immobilizer, dual airbags dan pengereman ABS, EBD + BA.

Namun Mazda2 jauh mengungguli lawan-lawannya ketika kita bicara tentang keamanan berkendara, Anda akan menemukan fitur Rain Sensor, Light Sensor, Stability Control, Hill Start Assist, Traction Control, Head up Display, MZD Connect, Emergency Stop Signal, Smart City Brake Support, Blind Spot Monitoring System dan Rear Cross Traffic Alert. Hanya Fiesta Ecoboost yang sedikit bisa menyamai fitur Mazda2 seperti stability control, traction control dan hill start assist. Sementara pada Honda Jazz RS dan Toyota Yaris sama sekali tidak mengadopsi fitur-fitur ini, bahkan pada Honda Jazz tidak dibekali dengan sensor parkir, kamera mundur dan koneksi Bluetooth.

Satu-satunya fitur yang tidak dimiliki Mazda2 SkyActiv adalah fitur Cruise Control. Fitur MZD Connect dan adanya Head-Up Display adalah fitur yang paling canggih yang dimiliki oleh Mazda2 dibandingkan ketiga rivalnya. Fitur ini mungkin sebelumnya hanya bisa Anda temui pada mobil-mobil lansiran Eropa. Fitur MZD Connect pada Mazda2 GT Skyactiv ini menjadikan mobil ini seperti mobil Eropa. Layar sentuh berukuran 7 inci diletakkan seperti mengambang pada dashboard, posisi layar tersebut mengingatkan kita akan interior Mercedes Benz A-Class dengan pengaturan yang mirip seperti fitur hiburan milik BMW.

Toyota Yaris hanya mengandalkan Head unit aftermarket dengan koneksi bluetooth, GPS navigasi, internet, air gesture serta aplikasi My Toyota. Sedangkan hanya Fiesta Ecoboost yang masih mengandalkan layar monitor monokrom, meskipun fitur audio-nya sudah mengadopsi teknologi Microsoft SYNC. Sementara itu, All New Honda Jazz RS lebih memanjakan kenyamanan berkendara. Fitur cruise control sudah tersedia yang akan sangat membantu saat perjalanan luar kota. Ini yang tidak dimiliki competitor lainnya termasuk Mazda2.

Performa

Ketika berbicara soal performa keempat hatchback ini, di atas kertas memang Fiesta Ecoboost menjadi yang paling unggul dengan tenaga sebesar 125 hp dan torsi 170 Nm yang berasal dari mesin Duratec 3-silinder 1.0 liter turbo. Di posisi kedua ada Honda Jazz RS dengan mesin 1.5 liter i-VTEC SOHC yang menghasilkan lecutan tenaga sebesar 120 hp dan torsi 145 Nm. Jika kami mengeliminir Fiesta Ecoboost dan menggantikannya dengan Fiesta standar maka Honda Jazz yang unggul dalam hal performa tenaga.

Pendatang terbaru yaitu Mazda2 Skyactiv dibekali dengan mesin Skyactiv 1,5 liter berkompresi tinggi  yang bertenaga 110 hp dan torsi 141 Nm. Sedangkan Toyota Yaris masih mengandalkan mesin 1NZ-FE 1.5 liter bertenaga 109 hp dan torsi 141 Nm yang serupa dengan mesin Yaris generasi sebelumnya. Kelebihannya adalah mesin ini tidak perlu diragukan lagi soal daya tahan dan konsumsi bahan bakarnya yang irit. Mesin ini juga memiliki suku cadang yang sangat mudah didapat.

Kami sudah pernah menguji performa akselerasi dari keempat mobil ini sebelumnya secara terpisah, dan jika dibandingkan dari data yang kami dapatkan dengan menggunakan Performance Box, terbukti Fiesta Ecoboost menjadi yang paling kencang saat berakselerasi dari 0-100 kpj dengan catatan waktu 11,07 detik. Tenaga lebih besar 5 hp dengan torsi unggul 25 Nm dari Honda Jazz membuktikan kehebatan mesin terbaik dunia ini.

Yang mengejutkan adalah hasil yang diraih oleh Mazda2 Skyactiv, mobil yang mendapat predikat sebagai mobil terbaik di Jepang ini berhasil mencatat waktu 11,13 detik, unggul 0,06 detik dari Honda Jazz yang mencatat waktu 11,19 detik. Padahal jika melihat data, Honda Jazz lebih unggul 10 hp dan torsi 4 Nm dari Mazda2 Skyactiv. Di sinilah Mazda2 membuktikan kehandalan mesin Skyactiv mereka yang dipadukan dengan transmisi Skyactiv Drive, di mana transmisi ini menggabungkan segala kecanggihan dari transmisi konvensional dengan transmisi CVT dan juga transmisi dual-clutch, sedangkan Honda Jazz murni sudah mengadopsi transmisi CVT berteknologi Earth Dreams terbaru mereka.

Di posisi paling buncit adalah Toyota Yaris dengan raihan waktu 11,48 detik, meskipun secara data Yaris memang paling kecil tenaganya namun dengan transmisi manual pun mobil ini tak bisa mengejar ketiga rivalnya. Kerap kali, Yaris berada di urutan paling belakang akibat tidak mampu mengejar ketiga kompetitornya saat kami ajak untuk berakselerasi.

Konsumsi Bahan Bakar

Sebuah mobil hatchback sudah sepantasnya mempunyai tingkat konsumsi bahan bakar yang cukup irit. Pada komparasi ini kami melakukan pengujian bahan bakar dengan metode full to full secara bersamaan sejauh 104 km dengan rute mengelilingi jalan tol di Ibukota Jakarta. Hasilnya, Honda Jazz menjadi yang paling irit dengan konsumsi bahan bakar 18,88 kpl dengan kecepatan rata-rata 76 kpj, sementara hasil pada MID menunjukkan konsumsi bahan bakar sebesar 18,3 kpl. Hasil terbaik kedua diraih oleh Mazda2 GT Skyactiv dengan konsumsi bahan bakar 17,9 kpl pada kecepatan rata-rata 77 kpj, hasil di MID menunjukkan konsumsi BBM 18,5 kpl.

Tempat ketiga ditempati oleh Ford Fiesta Ecoboost dengan konsumsi bahan bakar 17,2 kpl di atas kecepatan 75 kpj, sementara hasil di MID-nya menunjukkan catatan konsumsi BBM sebesar 19,6 kpl. Di posisi paling akhir adalah Toyota Yaris yang meraih konsumsi 16,52 kpl pada kecepatan 77 kpj dan hasil di MID sebesar 16,6 kpl.

Kami rasa Honda Jazz berhasil menjadi yang paling irit dengan perbedaan yang hampir 1 liter dengan Mazda2 Skyactiv berkat transmisi CVT yang terbaru yang memiliki friksi lebih rendah sehingga menghasilkan perpindahan gear yang halus. Sedangkan teknologi 3-silinder dengan kapasitas mesin paling kecil pada Fiesta Ecoboost tidak membuatnya menjadi yang paling irit. Di sini tampaknya Toyota Yaris harus berbenah diri karena jika hanya mengandalkan mesin lama yang sudah teruji durabilitasnya hanya akan membuatnya semakin tertinggal jauh dari kompetitornya.

Pengendalian

Saat merasakan posisi mengemudi dari keempat hatchback ini, harus diakui keempatnya hampir memberikan rasa nyaman yang cukup seimbang. Honda Jazz dan Mazda2 Skyactiv menawarkan posisi duduk yang menurut kami paling nyaman karena telah dilengkapi dengan pengaturan tilt and telescopic steering. Pada Ford Fiesta Ecoboost dan Toyota Yaris sebenarnya juga cukup nyaman, hanya saja tanpa ada pengaturan lingkar kemudi yang lengkap maka kenyamanan itu menjadi berkurang. 

Mengenai kenikmatan berkendara pada Honda Jazz RS terbaru ini mengalami perubahan pada suspensi yang kini terasa semakin lembut, tidak sekeras generasi sebelumnya. Biasanya perubahan ini akan membawa dampak yang cukup signifikan terhadap karakter dan pengendalian mobil, namun ternyata Honda Jazz RS ini masih memiliki stabilitas yang baik saat harus bermanuver maupun saat kecepatan tinggi sama seperti sebelumnya. Mengendarai Honda Jazz ini sangat memuaskan karena selain tenaganya cukup besar untuk ukuran sebuah hatchback juga karena Honda berhasil mengeliminir gejala understeer yang ada pada generasi sebelumnya. Sayangnya pada Honda Jazz RS ini belum dibekali dengan kamera mundur ataupun sensor parkir, sehingga cukup menyulitkan saat harus parkir.

Pada Mazda2 Skyactiv sangat terasa sekali filosofi ‘Jinbai-Ittai’ yang mereka gadang-gadangkan. Karena mobil ini menawarkan posisi mengemudi yang lebih driver oriented ketimbang semua rivalnya, berkat adanya paddle shift dan speedometer dengan head up display modern di varian tertingginya ini. Perasaan menyatu antara pengemudi dengan kendaraannya ini benar-benar terasa saat berada dibalik kemudi Mazda2 ini. Lingkar kemudinya mampu memberikan respon yang baik dengan permukaan jalan saat bermanuver. Karakter suspensinya pun terasa sempurna, tidak lembut namun juga tidak keras. Kombinasi rangka SKYACTIV-Chassis dan SKYACTIV-Body, serta suspensi model sport sukses menciptakan sensasi kesenangan menakjubkan bagi pengemudi saat melakukan manuver. Body juga tidak banyak bergeser saat harus menikung cepat. Minimnya body roll serta hampir tidak terasanya gejala limbung.

Nilai lebih berkat fitur canggih pada Mazda2 Skyactiv ini baru bisa dirasakan secara optimal saat berkendara. Sebut saja fitur i-Stop, fitur yang akan mematikan mesin mobil saat berada di lampu merah atau kemacetan sehingga bisa menghemat bahan bakar. Kemudian Blind Spot Monitoring System yang sangat membantu ketika berkendara di dalam kota, fitur ini akan memberitahu pengemudi dengan adanya tanda peringatan di kaca spion samping yang menyala jika ada kendaraan di belakang kita terutama jika kita ingin berpindah lajur. Lalu ada juga Smart City Brake Support, sistem pengereman otomatis saat mobil berjalan dalam kecepatan hingga 30 km/jam. Fitur ini sangat berguna bagi pengemudi yang terkadang ceroboh saat di tengah kemacetan lalu-lintas dan tanpa disadari melepas pijakan rem, dan saat itu terjadi mobil akan secara otomatis mengerem sehingga terhindar dari tabrakan dengan mobil di depan. Semua fitur ini tak dimiliki oleh ketiga rivalnya.

Masuk ke dalam Ford Fiesta, kita akan menemukan jok kulit dengan paduan bahan fabric yang tidak ada pada rival-rivalnya. Mesin 3-silinder turbonya tidak terasa getaran yang mengganggu. Pengendaliannya pun cukup memuaskan berkat suspensi yang cenderung kaku, hanya saja saat melintasi jalan berlubang kenikmatan tersebut menjadi berkurang. Kita tidak akan menemukan gejala body roll berlebih dan cengkeraman ban selalu terasa mantap karena sudah dilengkapi dengan Electronic Stability Program (ESP) dan Traction Control.

Pengaturan pada suspensi Toyota Yaris dengan MacPherson di depan, dan Torsion Beam di belakang memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang. Hal ini terbukti dengan respon yang diberikan pada saat melewati jalan rusak dan bergelombang, meskipun pada kecepatan tinggi. Sayangnya, kenyamanan ini harus dibayar dengan pengendalian yang kurang menyenangkan. Kerapkali Yaris mengalami understeer saat menikung di kecepatan tinggi.

Kesimpulan

Dua nama besar Toyota dan Honda yang menguasai segmen hatchback ini mendapat perlawanan sengit dari Mazda2 Skyactiv dan juga Ford Fiesta Ecoboost. Dari sisi fitur dan keamanan kedua raksasa Jepang ini pun harus tunduk terhadap Mazda2 Skyactiv. Namun konsumen harus menanggung konsekuensi dari segala fitur-fitur canggih tersebut, karena Mazda2 GT Skyactiv ini memiliki banderol harga termahal di antara ketiga rivalnya yaitu Rp 276 juta dan jika Anda memilih warna Soul Red maka harus merogoh kocek sebesar Rp 3 juta lagi. Sedangkan Honda Jazz RS CVT dijual dengan harga Rp 252 juta, kemudian Toyota Yaris TRD M/T Rp 254,4 juta dan untuk Ford Fiesta Ecoboost AT memiliki harga jual sebesar Rp 269,9 juta. Semua harga yang tertera adalah on the road Jakarta.

Selain soal harga, saat menentukan pilihan untuk membeli sebuah hatchback biasanya lebih mengarah kepada konsumsi bahan bakar. Di sini Honda Jazz RS CVT unggul dibanding lawan-lawannya, ditambah dengan harga yang paling murah inilah mengapa Honda Jazz menjadi raja di segmen ini dalam hal jumlah penjualan. Belum lagi ditambah dengan fleksibilitas kabin Ultra Seat milik Honda Jazz. Sedangkan Ford Fiesta Ecoboost hanya menawarkan keunggulan mesin saja di mana daya tahan mesin ini belum teruji dalam jangka panjang. Sementara Toyota Yaris menjadi yang paling akhir karena masih mengandalkan mesin dan transmisi lama yang terbukti paling tidak memuaskan, tapi nama besar Toyota dan desainnya yang segar ternyata mampu membuat Yaris masih diminati oleh masyarakat Indonesia.

Seandainya saja Mazda2 GT Skyactiv ini memiliki ruang kabin yang lebih luas dan juga harga yang lebih kompetitif mungkin ia bisa menjadi pilihan yang terbaik. Tapi setidaknya perlawanan dari Mazda2 GT Skyactiv dan juga Ford Fiesta Ecoboost akan memacu Honda dan khususnya Toyota untuk berbenah dan memberikan sesuatu yang benar-benar baru kepada konsumen hatchback di Tanah Air. Karena bagaimanapun juga, mobil-mobil kompak ini telah memberikan warna-warni baru bagi masyarakat Indonesia khususnya di kota-kota besar.

Sumber

Posted in Komparasi and tagged , .